Minggu, 19 Desember 2010

Everlasting Friends (Author tidak sama)

(FB) Yesung Suju

everlasting friend.....


“hei,bayar dulu makanan kalian..!” teriak seorang pemilik kedai kimbab pada dua orang pemuda yang selalu ngutang.
“paman…..bayarnya besok ya. Hahahaha…..” teriak Hankyung.
Heechul,mungkin setelah ini kita tak bisa melakukan ini bersama lagi dan aku tak dapat melihat punggung mu lagi saat kau berlari.
Kedua pemudapun itu berlari dari kedai  dan berbebelok di sebuah perempatan.
“wah...kami baru saja mau ke rumah Heechul.” Ucap leeteuk yang muncul di depan mereka. “oh ya? Tapi kami baru saja mau pergi.” Jawab heechul.
“kenapa kalian berlari?” sambung leeteuk
“mereka baru saja melakukan kegiatan rutin mereka hyung..” jawab Eunhyuk
“apa itu?”
“Makan dan lari.”
“hei,enak saja kau! Tambahkan juga kata “bayarnya besok” aku tak mau dianggap maling.” Tukas heechul.
“yah…..singkatnya mereka ngutang.”
“ya dan kami akan bayar minggu depan hyung.” Kata hankyung pada leeteuk.
“kenapa harus ngutang ? bukannya kau punya uang ?”
“ya! Datang jauh-jauh dari Beijing hanya untuk ngutang.” Ledek eunhyuk
“aduh wonbin-ah, ada alasan tersendiri untuk itu.” Goda hankyung
“apah..tolong ucapkan kata-kata itu lagi…..kata-kata itu terdengar begitu merdu di telinga ku.”
“aduh.”
“bukan.”
“alasan”
“bukan.”
“eunhyuk .”
“sudahlah,kau memang senang  mempermainkan perasaanku.”
“oh iya..hari inikan ultahnya heechul..” kata leeteuk
“ya hyung..”jawab eunhyuk
“ini hadiah dari ku..” ucap hankyung seraya menyerahkan sebuah kado kepada hechul.
“terima kasih..”

Lee teuk, eunhyuk, heechul,hankyung sampai di depan gerbang sekolah mereka yang bernama Super High School .
Eunhyuk mulai menyentuh gerbang yang berdiri kokoh dan menjulang tinggi itu
“apa kalian siap?” tanya eunhyuk dengan gaya horror .
“ya kami siap.”jawab lee teuk yang juga mengikuti gaya eunhyuk.
Keempat pemuda selalu menjadi orang pertama yang sampai di sekolah mereka.
Berbeda dengan sahabat-sahabat mereka yang lain.
Di antara sahabat mereka itu ada seseorang yang mempunyai aura berbeda.
Namanya…..
“yesung…..kalau datang jangan diam-diam donk! Aq merinding nih…” tukas eunhyuk
“jadi maksud mu aq harus teriak-teriak?”
“heechul hyung ulang tahun hari inikan?” Tanya sungmin.
“memangnya ini sudah tanggal 10 juli?” Tanya dong hae
“ya.” Jawab sungmin
“cepat sekali..kalau begitu semuanya ucapakan met ultah dong..”kata dong hae
“hanya kau sendiri yang belum mengucapkannya.” Jawab hankyung..


Bel istirahat berbunyi..seluruh murid berlari menuju kantin, tempat yang merupakan surga bagi perut yang lapar.
“shindong,makannya pela-pelan donk.. kuahnya kena mataku neh..” teriak donghae
“hei siwon,bayarin makanan ku ya.” Pinta lee teuk.
“ya hyung.” Siwon memang pria yang baik..
“hei kyuhyun,aku masih sakit hati pada mu karena peristiwa di PENSI waktu itu.” Zhoumi mulai mengungkit kesalahan kyuhyun di acara pensi sebulan yang lalu.
“memangnya apa kesalahan ku?” tanya kyuhyun sok lupa.
“APAHH?? Segampang itukah kau melupakannya? Kau itu menertawaiku selama lebih dari 40 detik. Untung ada ryeowook yang menggantikan bagianmu.”
“oh,maaf deh..”jawab kyuhyun dengan ceuknya.
“anak ini sungguh mengesalkan.” Umpat zhoumi
“sungmin,nih buat mu. Semalam aku membelinya di paris.” Ucap eunhyuk sambil melemparkan sesuatu berwarna pink kearah sungmin.
“aih..makasih y..eunhyuk baik deh. Beda ma donghae yang benci bgt ma pink.”
Donghae melirik kearah sungmin dengan salah satu matanya selamat dari kuah makanan shindong.
“jangan salah sungmin, itu dia beli di dongdaemon plus dengan diskon 70%.” Timpal heechul
“apah? Ini limited edition tw!”
“semuanya…aku rindu sama kangin.” Rengek ryeowook.
“aku juga.” Sahut yesung
“bagaimana kalau sepulang sekolah kita jenguk dia?” tanya hankyung “setuju!!” sahut hendri sambil mengangkat tangannya.
“henri,kau belum mandi ya?”tanya yesung yang duduk tepat di sampingnya.
“memangnya kenapa?”
“kau bau!” sambung yesung.
“itu tidak masalah karena bau badan ku tidak memakan tempat seperti kepala mu yang besar.” Protes henri
“tapi memakan banyak tempat di paru-paru.” Jawab yesung cuek.

Tuhan, Aku pasti akan merindukan saat-saat seperti ini..
Aku pasti tidak akan menemukan teman-teman yang seperti mereka semua di sana.
Aku tak sanggup berpisah dari mereka semua.
Seandainya aku bisa..aku ingin bersama mereka lebih lama lagi
Dan aku tak sanggup untuk mengatakannya kepada mereka..
Posisiku sangat sulit…..jangan pisahkan aku dari mereka…..
Kalau aku pergi,bagaimana dengan Heechul?
Siapa yang akan menemaninya?
Siapa yang akan membelikan white chocolate untuknya?
Siapa orang yang akan mengajaknya untuk berhutang pada paman?
siapa orang yang akan di bodohi donghae  untuk mengerjakan pekerjaan rumahnya?
Dan siapa  yang akan membuatkan Beijing fried rice untuk mereka semua?
Siapa? Siapa?
Atau mereka akan mendapatkan pengganti ku?
Tuhan,jangan biarkan mereka melupakan aku..karena aku juga tak akan dapat melupakan mereka.
“hyung…..kenapa bengong?” tanya kibum sembari menyenggol hankyung.
“oh..tidak apa-apa.”

Sejujurnya hankyung ingin mengungkapkan semuanya pada sahabat-sahabatnya ini tapi hatinya tak sanggup.bahkan sampai pulangsekolahpun dia hanya diam dan memikirkan hal itu terus.
Sesampainya di rumah sakit,kangin yang sudah  terbaring 5hari di sana langsung meloncat kegirangan.
“kalian datang juga. Selama 5hari ini aku selalu menuggu kalian. Rencananya sih aku mau pura-pura marah..tapi aku tak bisa menutupi rasa senangku.”
“sebenarnya ini usul hankyung, mungkin jika dia tidak mengusulkannya tak satupun dari kami datang menjenguk mu.” Tukas kyuhyun.

Sahabat mereka yang satu ini terkenal dengan keberaniannya menjahili kangin,orang yang paling pemarah di antara mereka semua.
“kau ini..seandainya saja aku tidak sakit,kau pasti akan ku lempar sampai ke selat malaka.”
“kebetulan saat ini kau sedang sakit.” Jawab kyuhyun dengan tatapan “cath you”.
Kangin langsung terdiam seribu bahasa. Kyuhyun memang cukup sulit untuk dilawan.
“kenapa kalian mengajaknya kemari?” tanya kangin kepada teman-temannya.
“lho,bukannya kau merindukannya? Kalau tidak salah,tadi kau mengatakan...’aku rindu kalian..dan aku kyuhyun wlwpun dia itu jahil tapi sebenarnya dia baik kq..dan aku rindu suara berisiknya eunhyuk..’iyakan?..aku tidak mengerti apa pola pikir mu nak..” komentar ayah kangin yang dengan sukses membuat wajah kangin memerah.
“oh ya, hari ini heechul hyung berulang tahunkan? Selamat ya hyung” ucap kangin

Di rumah heechul dan hankyung..
“hankyung punggung ku pegal nih..pijitin donk..” pinta heechul dengan manja hal ini membuat hankyung menjadi tambah sedih dan semakin berat untuk meninggalkan heechul dkk.
Hankyung tidak mau heechul selalu bergantung pada dirinya dan terpuruk saat dia pergi .
“maaf, aku sangat lelah..” hankyung pun pergi usai mengatakan itu
Ya, setidaknya itu salah satu cara agar heechul tidak terlalu sedih saat dia sudah tidak sisi heechul nanti. Sebab heechul adalah orang yang sangat sensitif terlebih lagi heechul begitu menyayangi hankyung melebihi dirinya sendiri.
“dia kenapa? Dari tadi pagi terlihat aneh.”
Hankyung yang sedang terbaring di tempat tidurnya merasa sedih karena harus berpisah dari teman-teman yang dia sayangi. Rasanya seperti menyayat diri sendiri dengan pisau. Itu sebabnya Tak mungkin baginya untuk mengatakan semuanya dengan senyum di bibir dan wajah yang sok ceria…..hanya akan menambah perih di hati.
Ya,benar..sebuah senyum palsu hanya akan menambah luka di hati seseoarang.
“maaf….. aku malah membuat mu sedih di hari ulang tahunmu..seandainya saja aku dapat memberitahu mu tentang semuanya.”
Eojjeol soga eobseoyo..amugeotdo mothago..i deodin shiganeul jikyeobwahtyo…
Terdengar ring tone dari telepon genggam lee teuk.
“siapa?” tanya lee teuk yang sudah mengantuk.
“apa nomor ku tidak kau simpan hyung? Tega sekali kau ini..nomor mu saja langsung ku simpan setiap kali kau ganti nomor.”
“ya,aku hanya bercanda. Memangnya ada apa?”
“mm aku mw tanya sesuatu.”
“iya aku tw. Yang aku tidak tw itu yang mw kau tanyakan.”
“aku..mw tanya soal..tugas. besok ada tugas ap..”
“tugas matematika halaman 17,bagian a,b,c.”
“oh..tidak ada lagi?”
“tidak. Jujur sajalah..sebenarnya kau bukan ingin menanyakan itukan?”
“ketahuan deh..begini hyung..aku merasa hankyung oppa sedikit aneh sejak tadi pagi.”
“sebenarnya aku juga merasa begitu. Tapi segan untuk menanya langsung padanya.” Tiba-tiba kantuknya hilang.
“aku juga begitu.”
“apa sebaiknya kita tanya heechul saja?”
“dia juga tidak tw hyung..tadi aku sudah bertanya padanya lebuh dulu. Kalau begitu sudah dulu ya hyung.”
Tut..tut..
“huh,seenaknya saja dia menutup telephonenya. Sebenarnya ada apa dengan hanykung ya..aku jadi khawatir. Kenapa dia tidak mau cerita?”

Keesokan harinya hankyung dan heechul ingin melakukan kegiatan rutin mereka lagi. Sebenarnya kegiatan itu baru mereka lakukan sejak 2minggu belakangan ini.
Merekapun memakan kimbab porsi besar itu dengan lahap. Dan menyerahkan uang seusai makan.
“paman ini yang semalam dan hari  ini.” Ucap hankyung
“ya. Terimakasih.”
“tidak seharusnya aku yang bilang terimakasih. Paman selama ini sudah baik dan tidak marah wlw aku ngutang.”
“sudahlah.. setidaknya aku bisa sedikit membantumu”
“He..he..sebenranya aku melakukan ini karna aku tau heechul tidak suka berhutang. Awalnya dia memarahiku. Tapi ujung-ujungnya dia malah merasa ini semua seru dan menantang.”
“tapi kau membuatku lelah. Karena ide bodoh mu itu wajah ku jadi tambah kerutannya. “Tapi kenapa semua reaksi dia sesuai perkiraaanmu ya?”
“karena aku sahabatnya”
“terus apa kau sudah mengatakan semuanya?”
“belum. Aku tidak sanggup.”
“mau sampai kapan kau merahasiakannya? jangan sampai dia tau sendiri.”
“ya. Itu sebabnya surat ibu aku simpan baik-baik.”
“sudalahlah dia sudah menunggu mu di depan”

Hankyung memang tak pernah sanggup menyampaikannya. Dia tak mau melihat raut sedih di wjah sahabatnya itu. Hankyung benar-benar bingung tak tahu harus bagaimana.
Dulu mereka pernah berjanji tak akan merahasiakan apapun satu sama lain dan  berusaha agar pertemanan mereka akan abadi untuk selamanya.
Namun, apa yang dia lakukan?
Seandainya hechul tahu tentang keberangkatannya sudah pasti heechul akan marah besar.
“kalian membicarakan apa sih? Kelihatannya serius sekali.” tanya heechul
“tidak apa-apa. Hanya sesuatu yang berhubungan dengan hutang.”
“sebenarnya aku tak suka berhutang…..tapi karena ada kau, ini semua jadi terasa seru.”
Tuhan, kenapa Kau membuat langkahku untuk pergi semakin berat setiap harinya?
Haruskah ku menyuuhnya untuk menghapus keberadaanku dari dalam hatinya?

Ketika pelajaran pertama baru saja dimulai tiba-tiba hankyung di panggil keruangan kepala sekolah mereka. Kontan hal itu mebuat teman-temannya terkejut. Karena pada dasarnya murid-murid yang dipanggil sudah pasti memiliki masalah ats perilakunya atau hendak pindah sekolah. Cukup lama hankyung berada di sana dan baru kembali setelah bel istirahat pertama berbunyi. Semua sahabatnya langsung berlari kearahnya berharap Hankyung mau menceritakan apa yang terjadi padanya.
Tapi hanykyung malah berbohong “tidak ada apa-apa. Taadi aku hanya disuruh saja.” Dan semua percaya padanya karena selama ini hankyung tak pernah berbohong kepada mereka. Persahabatan tererat yang pernah ada mungkin adalah milik mereka tapi, apa yang terjadi jika salah satu harus pergi?

“aigoo..banyak sekali tugas hari ini.” Sungut heechul
“aku lihat punyamu saja ya.” Pintanya pada hankyung
Haruskah aku membiarkannya terus bergantung padaku?
“ya. Ambil saja di lemari buku ku.”
“gamsa-hamnida..”
Heechul beranjak dari tempatnya duduk tadi lalu pergi ke kamar hankyung dan membuka lemarinya. Secara tak sengaja dia menemukan sebuah amplop yang ujungnya sudah disobek.
“surat apa ini?” tanya heechul ingin tahu dan membacanya.
Sementara hankyung yang baru sadar bahwa dia menyimpan surat ibunya di dalam lemari bukunya langsung berlari hendak menghentikan heechul tapi terlambat. Heechul sudah membacanya. Tanpa heechul sadari air matanya menetes dengan deras seolah ingin membanjiri penjuru bumi.
“kau..su..sudah membacanya?” tanya hankyung
“sudah jelaskan? Apa aku masih harus menjawabnya?”
“ti..tidak..heechul aku..”
“CUKUP!!  Aku tak mau mendengar apa-apa lagi. Sudah jelas kau tidak menganggapku sebagai sahabatmu.”
“tidak,kau salah. Bagiku kau adalah sahabat terbaikku.”
“kalau begitu kenapa kau merahasiakannya dariku? Apa kau tidak ingat janji kita? Janji kalau tidak akan ada rahasia di antra kita. Oh ya,aku lupa bahwa aku ini bukan sahabat mu!!!!”
“bukan begitu..aku masih ingat janji itu dan tak lupa satu katapun. Jangan katakan kau bukan sahabatku..hatiku sakit mendengarnya.”
“apa kau pikir hatiku tak sakit membaca surat ini? Sudahlah..lupakan semua..lupakan kita pernah berjanji, lupakan kita pernah berangkat bersama ke sekolah, lupakan kita pernah bersahabat, dan lupakan kita pernah bertemu.” Usai mengatakan itu heechul pergi dari kamar hankyung meninggalkan hankyung yang terdiam seribu bahasa.

            Keesokan paginya hankyung ya ng bangun lebih dulu dari heechul menyiapkan sarapan untuk mereka berdua seusai itupun hankyung pergi mandi.
Heechul yang baru saja bangun  tidur mengambil handuk dan pergi mandi.
Dilihatnya hankyung yang baru saja selesai mendi duduk dengan rapi di meja di depan meja makan.
“kenapa matamu bengkak?” tanya hankyung dan hanya di jawab dengan tatapan  sinis oleh heechul.
Dengan penuh sabar ditunggunya heechul hingga selesai mandi sambil berharap heechul mau mendengar alasannya.
“heechul, apa ku tidak sarapan?” tanya hankyung dengan lembut.
“tidak.”
“memangnya kau tidak lapar?”
“tidak.”

            Sebenarnya hati heechul juga tak sanggup terus bersikap dingin pada hankyung.
Tapi dia benci ketika hankyung harus merahasiakan surat Ibunya yang menyuruhnya untuk kembali ke kampung halamannya dan bersekolah di sana. Kenapa dia tidak memberitahukan saja pada heechul tentang hal itu dari awal?
Selama beberapa ahri heechul dan hankyung saling tak bertegur sapa.
Walaupun hankyung terus berusaha agar heechul mau berbicara dengannya tapi heechul terus  bersikap dingin.
“memang apa masalahnya hingga heechul sebegitu marahnya kepada mu?”tanya leeteuk
“beginu hyung…..”
Hankyung mulai menceritakan semuanya dan alasan mengapa dia tidak mengatakan semua dari awal “aku hanya tidak ingin keceriaannya hilang karena memikirkan hari keberangkatanku.”
“aku tahu perasaan mu. Tapi kerena hal itu hubungan mu dengan heechul akhirnya jadi rusak. Mungkin kalau aku jadi dia aku juga akan melakukan hal yang sama.”
“sekarang aku harus bagaimana hyung? Hari keberangkatanku tinggal beberapa hari lagi. Aku tak mau kalau harus pergi dengan meninggalkan luka di hati heechul.”
“apa kau sudah minta maaf secra langsung?”
“belum. Melihatku saja dia tak mau. Apa lagi mendengar ucapanku.”
“sudahlah, coba saja dulu. Dan katakan hari keberangkatan mu tinggal beberapa hari lagi.”
“baiklah hyung.” Kata hankyung sembari memutuskan telephonenya.
Butuh sebuah keberanian untuk dapat berhadapan langsung dan meminta maaf kepada heechul. Entah apa yang merasuki hankyung hingga dia berani berbicara pada heechul.
“aku tahu aku salah. Untuk itu aku minta maaf. Aku mohon maafkan aku. Aku hanya tak mau kau jadi sedih karena memikirkan hari keberangkatanku.”
Heechul yang masih emosi beranjak dari tempatnya duduk tadi dan hendak pergi meninggalkan hankyung tapi hankyung mencegahnya dan mencengkram kuat tangan heechul..
“2 hari lagi aku akan pergi..”
Emosi heechul meledak ketika hankyung mengatakan dia akan pergi 2 hari lagi.
“pergilah sesukamu. Aku tak perduli.”
Bagaimana tidak, setelah merahasiakan surat itu hankhyung malah seenaknya mengatakan dia akan pergi.
“baiklah kalau itu mau mu.”  Kata hankyung seraya melepaskan tangan heechul.

“hyung, apa yang harus aku lakukan? Kemarin aku sudah meminta maaf tapi dia tak perduli..” tanya hankyung kepada leeteuk.
“sulit juga kalau begini.. apapun yang ku katakan tak akan merubah keadaan.”
“mau bagaimana lagi, aku juga sudah memintanya agar mau memaafkan mu hyung..tapi dia malah diam saja.” Kata sungmin
“sebenarnya aku juga sudah memintanya. Dan responnya sama. Aku takut kalau dia aakan depresi karena kehilangan sahabatnya yang paling dia sayangi bahkan melebihi dirnya sendiri.”
“sebenarnya aku tak ingin meninggalkannya tapi, aku tak bisa. Bagaimanapun Ibuku menyuruhku untuk bersekolah di sana dan melanjutkan usaha keluarga ku.”
Hankyung mulai menangis. Bagaimana tidak, besok adalah hari keberangkatannya sementara heechul masih tak mau berbicara dengannya.
“eh, sepertinya dari tadi aku tidak melihat heechul..apa ada yang tahu dia kemana?” tanya eunhyuk.
“aku juga. Sepertinya dia tidak sekolah hari in.” sambung yesung
“tidak, tadi pagi aku lihat dia emakai seragam sekolah kok..”kata hankyug
“tidak mungkin dia bolos.” Jawab siwon.

            Sepulangnya dari sekolah, heechul juga tidak ada di rumah bahkan hingga malam harinya. Ini semua membuat hankyung panik. Entah apa yang terjadi pada sahabatnya itu.
Kemana dia harus mencari..?
“bagaiman ini hyung..?” tanya hankyung kepada leeteuk melalui telephone genggamnya.
 “APA?? Kau sudah menelephonenya?”
“sudah tapi tak dijawab.”
“kalau begitu coba kirim pesan.”
“sudah hyung tapi…. tak dibalas. Entah dia mem….bacanya atau.. tidak..aku tak tahu.” Terdengar suara hankyung mulai serak pertanda dia mulai menangis.
“apa kau tahu tempat yang sering dia datangi jika sedih atau tempat yang menyimpan banyak kenangan baginy?”
“itu….”
Hankyung mulai mengayuh sepeda pinjamannya melewati mobil-mobil yang tengah berjalan dengan santai sambil menikmati suasana kota seoul di malam hari.
Sesampainya hankyung di sebuah pantai disandarkannya sepeda itu di sebuah pohon dan berlari kesebuah batu besar di sana terukir nama mereka berdua. Namun ada sesuatu yang berbeda..terlihat dua buah goresan di nama heechul. Di tempat  inilah dia dan heechul pernah berjanji.
“sebegitu marahnya dia....”
Dua jam lebih dia mencari heechul tapi hasilnya nihil. Hankyungpun pulang dengan tangan kosong.
Sementara heechul yang sebenarnya berada di balik batu itu hanya menangis..dan takut menghadapi hari esok, hari yang memaksanya untuk berpisah dengan hankyung, sahabatnya.

            Beberapa koper sudah tersusun di depan rumah heechul dan hankyung.
Menandakan keberangkatan hankyung hanya tinggal beberapa menit lagi.
“bagaimana ini, heechul belum datang juga.” Kata leeteuk panic
“pada hal kita sudah menunggunya selama berjam-jam.” Sambung yesung
“kira-kira eunhyuk sudah menemukannya atau belum ya?” tanya henri
“uh..kenapa heechul hyung tak mau menjwaba telephone ku?” tanya sungmin kesal
            Sementara eunhyuk yang sedang mencari heechul di pantai akhirny berhasil. menemukannya.
“apa kau tidak mau memaafkannya hyung?”
“aku sudah memaafkannya.”
“terus mengapa kau tak mau menjawab telephonenya dan membalas pesannya? Apa kau tidak ingin mengantarnya?”
“aku hanya ingin melupakannya dan membiarkan semua kenangan yang terjadi di sini hilang terbawa arus.”
“kenapa kau begitu hyung? Paling tidak antarlah dia.”
“apa kau mau menambah kesedihanku? Apa kau tahu batapa sakitnya hati ku jika melihatnya pergi? Aku hanya tidak ingin memperlihatkan wajah sedihku di depannya ketika dia pergi. Karena aku tahu itu hanya akan membuat langkannya menjadi lebih berat..”
“ya..kau benar..”

            “hyung, apa sudah ada kabar dari eunhyuk?” tanya hankyung.
“tidak. Karena baru ku sadari dia lupa membawa telephone genggamnya.” Jawab leeteuk kesal.
“sudahlah, lebih baik aku berangakat sekarang saja.”
“jadi?” tanya yesung.
“hyung berangkat tanpa heechul hyung?” tanya kyuhyun
“itu sudah jelas. Tapi sebaiknya aku mengirim pesan dulu padanya”

            Life couldn”t  get better
            Life couldn”t  get bette
            Jigumkaji no obdon shiganunodumiojyo..
Terdengar bunyi telephone genggam heechul. Sebuah pesan dari hankyungbtertera di sana “berhari-hari aku berusaha menguatkan diri ku untuk siap pergi dari mu…sesungguhnya aku pun takut hari itu akan tiba. Hari yang akan memisahkan aku dan kalian. Namun aku tak dapat melakukan apapun. Ini juga bukan mau ku..”
“dia sudah berangkat..mungkin ini memang yang terbaik..” ucap heechul
“Dia adalah sahabat ku..dulu kami selalu bersama setiap saat. Dia selalu tesenyum pada apapun yang aku lakukan..aku sangat bahagia ketika dia berada di samping ku..dan sekarang aku harus siap melakukannya sendiri..tapi, itu tak akan merubah bahwa dia adalah sahabat ku dan akan tetap manjadi sahabatku sampai kapanpun” ucap heechul dengan berderai air mata.
“hyung, lihat itu peswat yang di tumpangi hankyung hyung..”
Heechul melambaikan tangannya ke arah pesawat itu sambil berharap hankyung membalas lambaiannya..

            Setelah kepergian hankyung hechul dan teman-temannya benar-benar merasa kehilangan..
Mereka kesunyian terutama heechul. “hyung, semalam aku menonton rekaman kita selama mengikuti PENSI, dan aku benar-benar merindukan hankyung hyung. Aku jadi teringat semua hal yang poernah kita lakukan bersama dia..aku…aku rasanya tak dapat mengungkapkan semuanya lagi. Aku..ingin menangis hyung..” ucap sungmin dan dengan sukses membuat semua teman-temannya juga ikut berderai air mata.
“dan tak ada lagi orang yang mau memanggil aku won bin..kenapa tak  mau bilang ini dari awal agar hati kita bersiap untuk melepasnya.” Kata Eunhuyk
“karena dia tak mau keceriaan kita hilang. Dia tahu kita semua akan sangat terpukul apa lagi Heechul.”
Tiba-tiba datang seorang anak laki-laki yang mengantarkan sepucuk surat untuk mereka.
“wah, dari hankyung.” Ucap heechul kegirangan.
“cepat kita baca..”sambung kibum
“teman-teman bagaiman kabar kalian? Pasti baik-baik sajakan? Begitu pula aku di sini.
Tahu tidak, aku tak pernah bisa berhenti memikirkan kalian..
Aku rindu sekali saat kita bersama..kapan ya, kita bisa seperti dulu lagi?
Teman-teman, walaupun jarak kita jauh tapi kalian semua tetap sahabatku.
Aku yakin kalian tidak akan melupakanku..dan aku yakin persahabatan kita akan abadi. Tak akan ada yang mampu menghancurkannya..oh ya apakah heechul sudah memaafkan ku? Jika belum, aku akan terus meminta maaf sampai dia mau memaafkan ku. seandainya aku bisa aku ingin merayakan ulang tahun para member super junior bersama dengan kalian semua..Sekian dulu ya surat dari ku..jangan lupa untuk membalasnya.”
Semuapun tersenyum seusai membaca surat itu.
“ya, dia tetap sahabat kita.” Ucap mereka semua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar