(FB) Ryn Corryne Muljono
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
“Let’s make #sjbday15people as our trending topic in twitter...!!! >_<”
“#sjbday15people..!!! hope always 15..!!”
“#sjbday15people.!!! miss 15 people in one stage..!!”
"#sjbday15people..!!! oppadeul SuJu..!! Saranghaeyo..!!! Saengil Chukae..!!!"
" Kalian bagaikan miracle dalam hidupku...!!!!#sjbday15people...!!!"
"Seandainya bisa aku akan terus berdoa dan mendukung kalian 5 tahun lagi,5 tahun lagi, dan 5 tahun lagi...!!#sjbday15people..."
"Doaku semoga kalian selalu bersama kami, para ELF..^^... #sjbday15people..."
Leeteuk terus men-scroll turun mousenya. Melihat barisan tulisan yang membuat ‘#sjbday15people’ menjadi trending topic no 5 di twitter. Leeteuk mengerenyitkan dahinya. Hatinya terasa sakit, setiap melihat tulisan para ELF ‘Hope always 15..!!’ , ‘miss 15 people in one stage..!!’ Kini nafas Leeteuk terdengar tidak beraturan. Nafasnya terdengar terdengar sulit seperti asma. Airmata mulai menggenang dipelupuk matanya. Ia tertunduk di depan komputer di kamar yang digunakannya sendiri setelah Donghae pindah ke kamar Hangeng. Nafasnya kian tersengal. Tangan kanannya memegang dadanya yang terasa sakit,sementara tangan kirinya membekap mulutnya erat-erat. Airmatanya mulai jatuh dan mengalir. Nafasnya menjadi semakin tersengal,dirasakannya wajahnya memanas. Ia menangis. Ya,sang ‘angel without wings’ menangis. Merasa bersalah karena ia tak mampu melindungi teman-temannya. Merasa bersalah karena tidak bisa memenuhi permintaan ELF. Merasa bersalah karena keluarnya Hangeng dari Super Junior. Merasa bersalah karena accident KangIn. Merasa bersalah atas semuanya. Ia merasa tidak pantas untuk menjadi leader dari sebuah boyband ternama seperti SUPER JUNIOR. Ia semakin menekan dada dan mulutnya. Berusaha untuk menangis tanpa suara. Hatinya sakit. Mukanya semakin memanas. Airmata terus mengalir melewati kedua pipinya. Ia ingin menjerit untuk melegakan hatinya,tapi karena takut para dongsaengnya terbangun ia hanya menjerit tanpa suara. Kepada siapa ia dapat bercerita untuk melegakan hatinya..?? kepada member yang lain..?? kepada manajernya..?? Tidak..!! ia harus memendam segalanya sendirian di dalam hatinya. Semua rasa bersalahnya karena keluarnya Hangeng,semua perasaannya karena accident KangIn. Ia tidak kuat..Ia tidak sekuat sangkaan semua orang. Ia hanya manusia biasa..!! Ia juga memiliki batas kesabaran. Ia ingin kabur. Ia ingin keluar dari segala hal yang hampir menyiksanya selama hampir 5tahun.. Ia ingin meninggalkan semuanya..
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
“Yesung hyung,ayo makan! Aku sudah mempersiapkan kimchi ramyun kesukaan hyung lho...” ajak Ryeowook.
“Iya hyung,ayo kita makan rame-rame. Lihat,ddangkoma,ddangkoming,dan ddangkomeng juga sudah mulai makan ramyun..” kata Donghae seraya menunjuk akuarium para kura-kura. Ddangkoma terlihat kerepotan saat makan sehelai ramyeon itu sedangkan Ddangkoming merem-merem gitu soalnya kepedasan.
“Sebentar,aku mau membangunkan Leeteuk hyung dulu..” kata Yesung.
“Jangan,kasihan kemarin ia jadi bintang tamu di banyak stasiun TV. Mungkin ia sekarang kecapaian....” kata Sungmin.
“Tapi sepertinya sebentar lagi dia ada rapat dengan manajemen.. Sebentar...” ingat Kyuhyun “Ahh... ya..!! Benar!! Kemarin staf SM sendiri yang datang kemari....”
“Wah,kalau begitu hyung memang harus dibangunkan sekarang..” jawab Shindong. Yesung pun berjalan menuju kamar Leeteuk. Dia mengetuk pintu lalu menerobos masuk.
DUUAAKK.....
Yesung kejedot pintu...
“Aduuuhh..... Kok pintunya dikunci sih..!!! Padahal hyung sendiri yang bilang jangan dikunci pintunya,soalnya ngga ada kunci cadangan...” gersah Yesung,lalu mengambil ponselnya.
“Trult..trult....Annyeonghaseo..Ini Angel Teuki Teuki Leeteuk. Karena saya sedang show saat ini,tolong tinggalkan pesan saja. Arraseo..?? Gumawo... Biip... ”
CLICKK.... Yesung mematikan teleponnya.
“Aneh Leeteuk-hyung hanya mematikan hp-nya saat show. Ini benar-benar aneh..” pikir Yesung. “LEETEUK HYUNG...!!!! BUKA PINTU DONK...!!!”teriak Yesung seraya menggedor-gedor pintu. “ADA RAPAT SEBENTAR LAGI LHOO....!!!”teriak Yesung dengan ‘golden voice’nya. Kontan Shindong,Heechul,Sungmin,Kyuhyun,Donghae,Ryeowook,dan Eunhyuk dari ruang makan langsung berlari ke arah kamar Leeteuk.
“Ada apa hyung..??” tanya Kyuhyun
“Sepertinya ada yang tidak beres dengan Leeteuk hyung..”kata Yesung panik. Heechul menempelkan telinganya di daun pintu.
“Tidak ada suara apapun...”kata Heechul. “Ayo,Shindong,coba dobrak pintunya...” perintah Heechul. Shindong pun mendobrak pintu kamar. Satu kali.. dua kali... tiga kali...
“pintu yang kokoh...”kata Ryeowook kagum.
Baru pada dobrakan yang kelima,pintu terbuka lebar. Kedelapan orang itu langsung masuk kedalam kamar,dan melihat hyung mereka sedang tertidur di kasurnya. Setidaknya begitulah harapan mereka,tapi yang mereka lihat hanya kamar yang kosong dengan komputer yang memperlihatkan screensaver foto-foto mereka. Mereka memeriksa semua sudut ruangan. Yesung melihat lemari hyung-nya itu berantakan.
“Hyaaa..!!! mungkin Leeteuk-hyung kabur..” pikir Yesung.
“Mana mungkin Leeteuk-hyung kabur..??” remeh Eunhyuk yang langsung dapet jitakan dari Sungmin.
“PABO..!! mungkin saja..!! Apa kamu tidak tahu,sejak keluarnya Hangeng-hyung dari SuJu,insiden Kangin-hyung,Leeteuk-hyung merasa tertekan...??Dia pasti stres,ditambah sebentar lagi ia akan masuk wamil...”
“Apalagi semua barangnya tidak ada di sini lagi,hanya komputer dan lemari-lemari kosong. Coba Shindong,lihatlah di parkiran. Apakah mobil Audi putih kesayangan Leeteuk-hyung masih ada di parkiran..??” perintah Heechul. Shindong segera menelepon penjaga parkir apartement.
“Mobilnya ada hyung..!! Tapi kata petugas, baru sekitar 20 menit yang lalu ia keluar dengan berlari..!!” seru Shindong. Semua member terkejut. Rupanya benar dugaan Heechul hyung. Leeteuk-hyung kabur. Mereka semua langsung berlari keluar dari kamar Leeteuk,dan berlari keluar dari apartement. Mereka terus berlari dan mengacuhkan para ELF yang menjerit-jerit histeris. Kyuhyun bahkan menyentakkan tangan seorang ELF yang nekat memegangi tangannya. Heechul juga berlari masih menggunakan celana pendek dan kunciran di rambutnya. Semua sudah tidak memikirkan popularitas mereka,harga diri mereka. Hanya satu yang mereka pikirkan saat ini. Leader mereka. Hyung mereka. Orang yang paling melindungi mereka saat ini. Orang yang menjadi tempat curhat mereka. Orang yang..orang yang segala-galanya bagi mereka. Angel Teuk, Teuki, Leeteuk, Park Jungsoo mereka yang sedang membutuhkan mereka!!
“Halo..!!! Siwon-hyung..!! Gawat!! Leeteuk-hyung sepertinya kabur!!! Aku takut ia akan melakukan hal-hal nekat!! Jadi bantu kami mencarinya ya..!!!” telpon Ryeowook dengan panik dan masih berlari. Mereka semua menerobos ratusan ELF yang berkerumun.
“Sepertinya kita harus kembali ke apartement..!!Kita tidak mungkin mengelilingi seluruh kota bersama-sama,apalagi dengan berjalan kaki. Lebih baik kita naik motor atau mobil..!!!” seru Shindong. Nafasnya terengah.
“Andwae.!!Kita berpencar dahulu !!Kyuhyun,Sungmin,kalian ke arah stasiun utara!! Ryeowook,Yesung, kalian ke arah stasiun selatan!! Shindong,aku dan Siwon akan ke rumah orangtua Leeteuk-hyung dan kalian,Eunhyuk dan Donghae,pergilah kelilingi kota ini !! naiklah motor atau mobil hasil pinjaman ELF yang ada. AYO..!!!” perintah Heechul. Ia sudah kehilangan Hangeng,dan kini ia tidak ingin kehilangan seorang lagi..
Semua berpencar. Kyuhyun dan Sungmin bergegas berlari menuju stasiun arah utara. Ryeowook dan Yesung bergegas berlari menuju stasiun arah selatan. Shindong dan Heechul menanti jemputan Siwon. Eunhyuk dan Donghae berhasil merayu seorang ELF untuk meminjamkan motornya, dan mereka bergegas mengelilingi kota.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sudah hampir tiga jam Donghae dan Eunhyuk mengelilingi kota dengan motor. Tangan Donghae sampai pegal karena terus mengendarai sepeda motor. Sudah hampir setiap gang dan jalan mereka lewati. Tetapi tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan letak si Angel Teuki saat ini.
“Hae-shi,ayo berhenti sebentar di toko itu...” rengek Eunhyuk seraya menunjuk sebuah minimarket yang letaknya di jalan yang sedang mereka lewati.
“Hah..?? Untuk apa Hyuk..??” tanya Donghae heran sambil mengibas-ibaskan tangan kirinya yang pegal.
“Aku ingin minum susu strawberry...~ ” rengek Eunhyuk lagi. Donghae hanya menghela nafas panjang,lalu mulai memperlahan laju motor hingga tepat berhenti di depan minimarket. Eunhyuk turun,masuk ke dalam minimarket dan bergegas mengambil dua botol besar susu dingin dari kulkas dan membawanya ke kasir,sementara Donghae menanti diluar,berdiri di samping motor dan berusaha menghilangkan pegal di tangannya. Tetapi saat di kasir ada seseorang yang memakai jaket serta syal tebal dan menutupi wajahnya yang membeli banyak sekali barang disitu. Eunhyuk sadar bahwa ia dan Donghae harus bergegas,maka ia mencolek orang itu.
“Mianhaeyo.. Saya sedang tergesa-gesa,dapatkah anda mengalah sebentar...?? Saya hanya membeli dua botol susu....i....ni...” kata-kata Eunhyuk tersendat. Dilihatnya wajah namja yang ada di hadapannya itu. Rambutnya,matanya...
“TEUKI HYUNG..!!!!” serunya terkaget. Namja yang rupanya Leeteuk itu bergegas berlari keluar dan menabrak Donghae yang sedang asyik menguap di depan toko. Kunci motor yang digenggamnya terlempar entah kemana.
“Aisshh..!!!” jerit Donghae yang kesakitan karena ditabrak dengan keras oleh Leeteuk. Leeteuk menengok kebelakang dan terlihatlah wajahnya oleh Donghae,namun Leeteuk tidak menghentikan larinya. Ia justru mempercepat larinya. Tekadnya sudah bulat. Ia ingin menyingkir sebentar dari kehidupan artis. Donghae bergegas bangun dan dengan sedikit menahan rasa sakit akibat tubrukan keras tadi. Dilihatnya hyung-nya itu sudah berlari cukup jauh. Ia pun bergegas berlari untuk mencapai hyung-nya itu karena tidak menemukan kunci motor yang jatuh itu.
Leeteuk menoleh ke belakang. Dilihatnya Donghae yang mengejarnya terlihat ngos-ngosan.
“Leeteuk hyung!!!! Leeteuk hyung..!!!! Leeteuk hyung...!!!tunggu aku!!! kenapa hyung berlari..????” teriak Donghae masih dengan ngos-ngosan.
“Ddaadaaghhh..!!! Pulanglah ke dorm,Hae!!! Untuk apa kau mengejarku..??? Aku sudah bukan lagi hyung-mu..!!!” balas Leeteuk.
Leeteuk memutuskan untuk menyeberang jalan yang sepi karena lampu merah dan berlari secepat mungkin agar dapat bersembunyi. Leeteuk pun terus mengerahkan tenaganya. Donghae yang sudah ngos-ngosan kembali berusaha mempercepat larinya dan menyusul hyung-nya itu...
TTTTTTIIIIIIIIIIIIIIIIIINNNNNNNNNNNNNNNN................CCCCCCCCKKKKIIIIIIITTTTTTT.................
DBUGH................................
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
-Leeteuk POV-
Entahlah,aku tak tahu apa yang aku pikirkan....
Aku capek....
Aku lelah.....
Aku ingin lari dari semua ini....
Tapi semua keinginan busukku berubah....
Saat kulihat kau Donghae-ah..
Aku kenal sifatmu...
Setelah kepergian ayahmu,kau menganggap aku sebagai ayahmu..yang bisa melindungimu...
Aku kenal kau Donghae... Kau yang selalu memikirkan setiap member...
-Leeteuk POV end-
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Leeteuk menoleh,dilihatnya kembali hal yang telah terjadi hampir 3 tahun yang lalu,namun kali ini berbeda. Jika 3 tahun yang lalu yang dilihatnya adalah Kyuhyun,Eunhyuk, dan Shindong... Sekarang yang dilihatnya adalah Donghae.... Jika 3 tahun yang lalu kejadian itu terjadi karena kesalahan sopir.... Sekarang ini terjadi karenanya........
Dilihatnya Donghae yang tergeletak di jalanan. Darah segar terus mengucur dari mulut Donghae serta luka di sekujur tubuhnya. Leeteuk terdiam lalu terduduk. Dipandanginya dongsaeng kesayangannya itu yang mungkin dalam keadaan sekarat. Nafas Leeteuk kini kembali tercekat. Nafasnya serasa berat.
“Ada namja tertabrak..!!!”
“Cepat panggil ambulans!!!”
“Ya ampun..!!!
“Cepat tolong..!!!”
Leeteuk menggigil ngeri. Para orang disekitar langsung ribut memanggil ambulans,ELF yang disekitar situ langsung berkerumun. Eunhyuk yang berlari mengejar juga langsung terduduk di tengah jalan. Kini Eunhyuk dan Leeteuk sama-sama terduduk. Leeteuk yang hanya bisa memandangi dongsaeng yang paling disayanginya dari kejauhan dan merasa bersalah. Sama seperti Eunhyuk,salah satu pengalaman yang tidak ingin dia alami sekali lagi adalah melihat dongsaeng dan hyungnya dalam kecelakaan.. Tapi kini persis di depan matanya ia melihat sahabat terbaiknya tergeletak di depan matanya dengan darah segar yang terus mengalir dari mulutnya. Mata Donghae tertutup dan mengeluarkan air mata,sehingga Eunhyuk tidak tahu apakah Donghae masih hidup atau tidak. Eunhyuk hanya bisa merasakan hatinya bagai terbakar. Rasanya panas sekali, dan air mata yang terus mengalir dari matanya yang tak berkedip sekalipun. Dilihatnya Leeteuk berdiri dengan tubuh yang gemetar ketakutan dan berulang kali jatuh saking shock-nya berusaha mendekati Donghae yang dikerumuni oleh para ELF serta banyak orang,mendorong pergi para ELF dan mengusir semuanya,lalu terduduk disamping Donghae dan mengusap rambutnya dengan takut-takut lalu menangis kencang dan menjerit histeris seperti orang gila.
-Leeteuk POV-
Kenapa Donghae menangis..??? Kenapa airmatanya mengalir..??? Apakah yang ditangisinya...??Apakah Donghae menangis karena kata-kataku..?? Tadi... Apa yang kukatakan kepadanya..???
Ngiung...ngiung... Ngiung...ngiung... Ngiung...ngiung...
“Ddaadaaghhh..!!! Pulanglah ke dorm,Hae!!! Untuk apa kau mengejarku..??? Aku sudah bukan lagi hyung-mu..!!!”
Tadi aku bilang begitu.....
Aku...
Bilang begitu...
-Leeteuk POV end-
Ambulans datang tak lama setelah itu. Ketika ingin membawa Donghae masuk,Leeteuk memegang pundak seorang paramedis.
“AKU MOHONN.....SEE....SELAMATKAN DONGHAE..!!!AKU MOHON..!!!! AKU MOHON..!!!!” teriaknya histeris seraya mengguncang keras paramedis malang itu.
“Arraseo..arraseo...tolong tenang... ka...kami...a...a...akan berusaha..... sekuat kamiiiii....” kata paramedis itu bergetar karena dirinya diguncang-guncang. Leeteuk menatap mata paramedis itu, lalu melepaskan tangannya dari pundak paramedis itu.
Eunhyuk masih terduduk tak bergeming. Dilihatnya paramedis dengan perlahan dan hati-hati mengangkat Donghae dari kasur aspal dan menaruhnya di kasur rawat,lalu mengangkat kasur rawat dengan hati-hati dan memasukkannya ke dalam ambulans. Lalu bergegas pergi meninggalkan tempat itu dengan bunyinya yang menyakiti telinga dan merobek hati...
NGIIIIUUUNNNGGG.....NNNGGGIIIUUUNNNGGGG....NNNGGGGIIIIUUUNNNNGGGG.......
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Eunhyuk tersadar dari kekagetannya. Ditamparnya pipinya keras-keras. Ia mengusap air mata yang masih ‘terjun’ dari pelupuk matanya. Bergegas ia berdiri,mengambil ponsel di kantungnya,menelepon taksi,dan hyung-hyungnya yang lain. Lalu menghampiri Leeteuk.
“Leeteuk-hyung,ayo kita pergi.” katanya perlahan,seraya memegang pundak Leeteuk dan tanpa ada nada di setiap kata-katanya. Leeteuk menghempaskan tangan Eunhyuk.
“Pergilah Hyuk. Aku tidak pantas berada di samping Donghae. Aku sudah melukai hati kalian semua dengan meninggalkan SuJu,dan kini aku menyakiti Donghae dan bahkan membuatnya berada di ujung tanduk. Pergilah Hyuk. Aku sudah bukan siapa-siapa lagi bagi kalian..” kata Leeteuk.
“Hyung.. ayolah.. bagaimanapun Leeteuk-hyung masih hyung kami..” kata Eunhyuk kembali memegang pundak hyung-nya itu. “Ayolah,taksi juga sudah datang..”
“Pergilah hyuk.. biarkan aku sendiri..!!” kata Leeteuk seraya kembali menghempaskan tangan Eunhyuk. Eunhyuk yang tidak tahan lagi menarik tangan Leeteuk kuat-kuat dan ingin menggeretnya ke dalam taksi.
“Percuma hyuk,tubuhmu lebih kurus dan lebih kecil dariku. Biarkan aku pergi dan menghukum diriku sendiri..”
Byyyuuuurrrrrrr.........
Air susu berwarna pink mengalir dari kepala Leeteuk. Rupanya Eunhyuk masih membawa susu dari minimarket dan kini menuangkannya ke kepala Leeteuk...
“PABO..!!!!!!SEKARANG DINGINKAN KEPALA HYUNG DENGAN GEBYURAN AIR SUSU ITU..!!!AKU TIDAK PERDULI APAPUN YANG HYUNG KATAKAN,TETAPI JIKA ADA NIAT AKU BAHKAN TIDAK SEGAN-SEGAN UNTUK MENAMPAR HYUNG DAN MENYADARKAN HYUNG..!!!!” teriak Eunhyuk. Air mata mengalir dari matanya sekali lagi. Leeteuk terkejut. Eunhyuk selama ini adalah dongsaeng yang tidak pernah marah dan selalu ceria. Tapi kini ia marah besar. Ia tersadar,ia terisak lalu memeluk Eunhyuk.
“Baiklah hyuk,ayo kita menemui Donghae..”
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
-Leeteuk POV-
Darahnya banyak...
Pasti sakit...
Dia menangis...
Pasti..
Karena aku bilang....
Aku bukan lagi hyung-nya...
Karena aku bilang begitu...
“Leeteuk-hyung..!!! Eunhyuk-shii..!!!” suara khas Ryeowook menggema di selasar koridor rumah sakit yang sepi ini. “Apa yang terjadi..???!!?? Tadi Eunhyuk telepon....”
“Ini salahku...!!!aku minggat dari SM.. Lalu Donghae mengejarku... lalu..”
“Leeteuk-hyung,apa yang hyung katakan..??” tanya Yesung “Ini kecelakaan..!!!”
“Tapi aku penyebabnya..!!!” bentakku.
“Bukan begitu..!!! Hyung..”
“Aku..!!! Aku yang salah..!!!” teriakku. “Aku memang PABO..!! PABO..!!!PABO..!!!” kutukku seraya menampar pipiku sendiri berkali-kali. Sakit rasanya,tetapi tak sesakit yang dirasakan Donghae sekarang..!!
“Sudahlah hyung..!! Tak ada yang patut disalahkan...” kata Heechul seraya memegang tangannku, tetapi kuhentakkan tangannya. Semua terdiam. Lalu tiba-tiba Yesung memelukku... memeluk sangat erat, sehingga airmataku seakan keluar bagaikan tsunami. Segala emosi yang kutahan sedari tadi seakan keluar bersama dengan airmataku.
“Huuuaaaa........”
-Leeteuk POV end-
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
-Leeteuk POV-
Operasinya...
Berlangsung selama 5 jam 15 menit.
Donghae terus berjuang.
Begitulah yang dikatakan dokter...Lengan kiri patah,luka di bagian kepala,hingga ada pendarahan di otak sebelah belakang...
Setelah operasi tadi...
Kondisi Donghae masih kritis dan koma...
Kalau 2-3 hari ini..
Ia tidak sadar juga,kami harus tabah menerimanya..
Mereka sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi..
Kini aku mengintip jendela ruang ICU yang tertempel di pintu..
Donghae...
Dipasangi banyak sekali selang..
Maafkan aku.
Aku cuma bisa menangis. Aku tidak sanggup.... berpikir apa-apa lagi...
Apakah semua ini nyata,atau hanya ada dalam mimpiku saja..??
-Leeteuk POV end-
“Hyung mengantuk ya..??” ucapan itu membangunkan Leeteuk. Tanpa sadar ia tertidur di ruang tunggu di depan ICU. Leeteuk mendongak. Dilihatnya Sungmin dan Kyuhyun berdiri di hadapannya.
“Sebaiknya hyung beristirahat. Biar kami yang ganti mengawasi Donghae..” kata Kyuhyun.
“Hyung cemas ya..?? Wajah hyung pucat. Tidurlah hyung. Percayalah kepada kami, couple Kyumin..” kata Sungmin menggoda Leeteuk. Leeteuk hanya tersenyum datar.
“Kita harus kuat hyung..!! Jika kita tegar, dokter akan menjadi kuat. Di dalam sana Donghae juga berjuang..!!” kata Kyuhyun.
“Tak apa.. biarkan aku ikut menanti Donghae disini. ”kata Leeteuk pelan. Tapi sungguh,kedatangan Kyuhyun dan Sungmin membuatnya tenang. Dia,,.. memang butuh seseorang untuk bersandar saat ini..
“Hyung mau masuk ke ICU..??” tanya Sungmin ketika melihat Leeteuk bergegas bangun hendak pergi.
“Iya. Kalian mau ikut..??”
“Iya..!!” balas Kyuhyun dan Sungmin serentak.
-Di ICU-
Pip Pip Pip Pip Pip Pip Pip Pip
“Donghae-ah..” sebut Leeteuk perlahan. Dipandanginya Donghae yang di tubuhnya terpasang banyak sekali selang yang berusaha menopang nyawanya. “Donghae-ah.. wajahmu pucat sekali... apakah kamu mendengar hyung saat ini..?? Donghae-ah mau menari lagi kan..?? Donghae-ah masih sayang hyung kan...?? Bangunlah, cepatlah sembuh, dan kita akan bersama lagi..” tangis Leeteuk disela bunyi alat detak jantung. Kyuhyun dan Sungmin hanya berdiri di belakang Leeteuk, melihat hyung-nya saja hati mereka sudah miris.
Tidak terasa pagi sudah menjelang. Kini gantian Yesung dan Ryeowook yang menemani Leeteuk duduk di depan ruang ICU. Tiba-tiba datang Kibum, dan Kangin yang sedang libur wamil... Serta Hankyung..!!!
“Hankyung-shii..??” panggil Leeteuk setengah tak percaya.
“Iya hyung aku disini..” balas Hankyung. Leeteuk menangis dan memeluk Hankyung erat-erat.
“Kusangka aku takkan bertemu denganmu lagi...” tangis Leeteuk. Hankyung memeluk balik hyung-nya itu.
“Ini,kalian makanlah. Jangan sampai kalian sakit juga..” nasihat Hankyung. Dibelakangnya Kibum dan Kangin membawa banyak makanan dalam plastik.
“Aku harusnya tidak makan, karena aku telah menyakiti Donghae. Harusnya aku lebih sabar. Harusnya aku berusaha lebih keras untuk menjaga kalian,aku seharusnya lebih perhatian, bukan justru meninggalkan kalian. Aku tidak pantas hankyung..” kata Leeteuk menolak lalu pergi ke dalam ICU.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
- di ICU-
“Donghae appa... bagaimana ini..??? Donghae masih belum sadar..” kata Leeteuk sambil tiduran di kursi dan memandang Donghae, membiarkan kantuk menemaninya...
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Leeteuk hyung... Leeteuk hyung....
“Lho.??” Leeteuk terbangun dari tidurnya. Ada Siwon dan Shindong disitu.
“Kenapa aku ada di sini...??” tanya Leeteuk. Ia sudah tidak lagi di ICU,dan berpindah ke ruang tunggu.
“Tadi dokter akan memeriksa Donghae lagi,jadi kami menggendong hyung yang tertidur pulas..” ucap Shindong.
“Oh...Lho,tadi aku mendengar...ada... suara Donghae...??” tanya Leeteuk. Shindong dan Siwon saling berpandangan.
“Apa maksud hyung..?? Tidak ada kok..!!” balas Siwon.
“Tapi aku mendengarnya kok!!! Nah..itu lagi...” jelas Leeteuk.
“Hyung,sebaiknya hyung tidur lagi..Mungkin hyung terlalu capai..” balas Shindong seraya memegang bahu hyungnya itu.
“Tidak..!! Aku tidak capai dan aku tidak salah dengar..!!!” bentak Leeteuk seraya mengelak dari pegangan Shindong. Shindong dan Siwon kembali saling berpandangan.
-Di Teras rumah sakit di malam hari –
“Hyung..” Hankyung memanggil Leeteuk yang duduk di bawah pancaran rembulan.
“Oh, Hankyung...” balas Leeteuk,lalu ia kembali memandang rembulan.
“Hyung,ini saat-saat aku bisa datang dan menemui kalian lagi. Aku rasa kita bisa bicara..” ucap Hankyung. Leeteuk menoleh dan melihat raut cemas terpancar dari mata dongsaengnya itu.
“Maksudmu..??”
“Hyung kira aku tidak tahu bahwa hyung suka memendam perasaan hyung sendiri..?? lama-lama bisa meledak lho..!!” canda Hankyung. “Katakan saja apa yang hyung rasakan. Itu pasti rasanya akan lebih baik..” ucap Hankyung penuh dengan cinta sehingga hati Leeteuk pun terhanyut. Ia menunduk.
“Sebagai hyung dan leader bagi kalian, aku harus kuat...”
“Tapi hyung tetap saja manusia...”
“Tapi aku harus terlihat kuat.... Aku tidak tahu dari mana aku bisa dapat kekuatan itu selama ini..”
“Itu kekuatan karena cinta hyung kepada kami..”
“Besok adalah 6 November. Tepat 5 tahun kita bersama. Seharusnya aku sudah mencintai dan melindungi kalian lebih dari segala-galanya.Tapi kini aku menyakiti Donghae, padahal ayahnya telah menitipkannya kepadaku.. Aku tak mau kehilangan dia...!! aku sudah cukup kehilangan kau,saat ini.. Aku takut... Takut... sekali... Aku sangat takut..” erang Leeteuk.
“appa-nya Donghae...” kata Hankyung seraya melihat rembulan. “Pasti sudah tahu segala yang akan terjadi. Ia sudah tahu kalau sebentar lagi ia akan meninggalkan Donghae,maka ia akan menitipkannya kepada salah satu dari kita.. Donghae appa sudah tahu kalau kau mencintainya lebih dari apapun.. ia percaya kamu bisa melindunginya, maka ia menunjukmu... Kau harus percaya diri hyung..Kecelakaan ini adalah suatu tantangan. Ini bukan takdir...” ceramah Hankyung.”Ingat, jangan pernah putus asa. Dokter juga pasti akan berjuang untuk menyelamatkannya. Bukan karena ia adalah anggota Super Junior tapi karena mereka adalah dokter..kalau ingin terus hidup,maka Donghae akan terus berjuang. Demi kita,demi SuJu dan demi hyung juga..” ucap Hankyung seraya berdiri. Menepuk pundak hyung-nya itu dan meninggalkan hyungnya itu dalam mandian rembulan..
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Piiiiiipppppppppp.............Piiiiiiiiiiiiiiiiiiiiipppppp.................
Tiba-tiba selasar ICU penuh dengan dokter dan suster yang berlari-lari. Seluruh anggota Super Junior yang tertidur di ruang tunggu terperanjat bangun.
“Suster..!! Apa yang terjadi..???” tanya Siwon pada seorang suster. Tapi suster itu mengacuhkannya dan terus berlari ke ICU. Siwon menangkap lengan seorang suster yang lewat hingga suster itu nyaris terjatuh.
“Jelaskan padaku,apa yang terjadi..???” tanya Siwon sambil menatap tajam suster itu.
“Aku mohon cepat lepaskan aku.. Teman kalian dalam bahaya..!!” balas suster itu dengan cepat. Siwon melepaskan pegangannya, sehingga suster itu langsung berlari kembali. Leeteuk ternganga.
-Leeteuk POV-
Pukul 03.10 dini hari.. Tanggal 6 November...Ini hari ketiga...
Kondisi Donghae semakin memburuk. Sementara aku..?? Aku hanya bisa duduk di luar..
Para dokter dan suster terlihat sibuk..Sementara aku..?? Berusaha mengingat wajah Donghae.... Tapi tidak bisa...
Aku lupa suara dan wajahnya...Sungguh menyedihkan..
Sayup-sayup kudengar teriakan dari dalam ICU..
Kumohon dokter..berjuanglah...
Appa-nya Donghae...
Tolong,bantu aku mengingat wajah Donghae..
Aku terbangun dan menuju teras rumah sakit. Kembali menatap rembulan yang mulai akan tenggelam.
Donghae...
Baru 25 tahun...
Seharusnya ia menikmati hidupnya dengan gembira...
Tiba-tiba kurasakan suatu angin dingin seakan memelukku. Aku menoleh kebelakang. Kulihat bayangan tipis ayah Donghae.
“Ahjusshi...” panggilku takut. Ia berdiri dengan gagah. Aku masih ingat wajahnya yang ramah itu. Ia tersenyum,lalu menunjuk ke dalam rumah sakit, lalu menghilang..Kuingat-ingat... Itu arah kamar ICU..!! Kuputuskan untuk kembali ke ruang tunggu di depan ICU..
-Leeteuk POV end-
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
-Donghae POV-
“Dimana aku...???” kulihat sekelilingku. Gelap menyelubungiku dengan pekat....
“Hyung,....Hyungnim... Kalian dimana..??? Gelap... Aku takut... Hiks...” tangis Donghae dalam kegelapan.
“???”
Kulihat cahaya berwarna merah darah dari kejauhan. Menakutkan, tapi setidaknya lebih baik daripada dalam kegelapan. Aku bergegas berlari menuju kesana. Entah kenapa rasanya makin lama makin panas... Apa yang terjadi..?? pikirku, tapi aku segera mengacuhkannya. Kujulurkan tanganku hendak menyentuh cahaya itu,tapi...
Tiba-tiba ada seseorang yang memegang tanganku,dan menggenggamnya. Tapi karena agak gelap aku tidak bisa melihat wajahnya.
“Ng..??” gumamku.
“Salah.. Bukan kearah sini..” katanya dalam. ”tenanglah,aku bersamamu... Kita kesana yuk...” katanya,lalu mebawaku ke sisi lain dari kegelapan itu...
-Donghae POV end-
-Di ICU-
Pip..Pip...Pip...Pip.. Piiiiiippppppp.......................
Alat pengukur detak jantung menunjukkan garis hijau datar. Keringat mengalir lebih keras dari pori-pori kulit para dokter. Alat pacu jantung mulai dikeluarkan dan mereka mulai menempelkan alat yang mirip setrika itu ke dada Donghae. Berulang kali tubuh Donghae terhentak di kasurnya...
“Sepertinya... Kita harus memanggil kerabatnya sekarang...” kata salah satu dokter perlahan.
Salah satu dokter masih berusaha keras menyelamatkan nyawa Donghae. Sementara seluruh anggota SuJu duduk menunggu dengan cemas di luar. Wajah khawatir dan airmata terlihat dari wajah Leeteuk, Heechul, Hankyung, Yesung, Kangin, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Siwon, Ryeowook, Kibum,dan Kyuhyun.
“Life couldn't get better..Oh.. Yeaah....Life couldn't get better....” terdengar suara dari mulut Heechul. ” Jigumkaji no obdon shiganun odumiojyo...without you Donghae...” nyanyi Heechul. Lalu ia menatap Siwon.
“Norul mannan hu naui senghwarun kumman gathayo..Donghae...”
“Norul chum bon sungan a miracle. I beg you Donghae oh please come back for we now..!!” nyanyi Hankyung sedikit merubah lirik. Leeteuk, Ryeowook,dan Eunhyuk mulai menangis. Mereka terus bernyanyi,berharap akan kesembuhan Donghae.
-Donghae POV-
Ketika kami sudah dekat di suatu cahaya yang berwarna putih, tiba-tiba terdengar nyanyian. Aku berusaha mengingat lagu itu.. Itu nada lagu miracle kami... Lagu ketika kami masih debut di tahun 2005...!! Terdengar suara Hankyung hyung...
“Norul chum bon sungan a miracle. I beg you Donghae oh please come back for us now..!!”
“Donghae-ah..” panggil seseorang disampingku yang menuntunku. “Dengarlah,banyak orang yang memanggil namamu..” kutatap wajah orang yang sedari tadi menuntunku. Cahaya putih itu menerangi wajah seseorang yang tak lain adalah appaku..
“Appa...” panggilku tak percaya. Kutatap erat wajah rentanya yang ramah. Wajah yang pernah menghiasi hidupku selama hampir 20 tahun lebih. Kupeluk ia erat-erat,tapi ia melepaskan peganganku dari tubuhnya.
“Pulanglah Donghae... Sekarang bukan saatmu...” kata Appa.
“Tidak,aku mau bersama appa disini...” rengekku. “Aku kangen appa.. Aku mau lebih lama bersama appa disini..!!!”
“Donghae-ah..” peluk appa. Aku memeluknya erat. Tiba-tiba ia menarik tanganku dan mendorongku masuk ke dalam cahaya putih itu.
“APPA...!!!!!!” teriakku. Tubuhku tersedot oleh cahaya putih itu.
“Annyonghi-kyeshipshiyo Donghae-ah.. Appa menyayangimu...” ucap Appa. Kulihat airmata keluar dari ujung matanya.
“Appa....”
-Donghae POV end-
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
Piiiiiippppppp....................... Pip..Pip...Pip...Pip..
Para dokter terkejut. Mereka melihat mesin detak jantung yang kembali mengeluarkan tanda-tanda garis kehidupan.
-Leeteuk POV-
CKLEEEK...
Para dokter dan suster bergegas keluar dari ruang ICU. Aku dan yang lainnya segera memberondong mereka dengan ketakutan kami selama ini. Tapi hanya satu dokter yang tersisa, sedangkan yang lainnya segera menuju pos penjagaan mereka. Tampaknya mereka lelah..
“Kekuatan untuk hidup...” kata dokter itu. Kami berharap-harap cemas. Apa yang terjadi sekarang..??
“Kekuatan hidup,memang sungguh tak tertandingi..” katanya seraya tersenyum. Hati kami menjadi lega. Sejak tadi rasanya hati kami tertimbun dunia. Tapi kini rasanya seakan hati kami bersayap,ringan sekali.
“Kalian sudah boleh masuk..” katanya. Kami segera masuk ke ICU,tetapi aku masuk terakhir.
“Khamsahamnida- dokter...” ucapku seraya membungkuk dalam-dalam.
“Itu sudah tugas kami..” katanya. Aku segera masuk dan mendapati Donghae yang masih tertidur di kasurnya,namun matanya terbuka lebar.
“Leeteuk-hyung...” panggilnya. Mataku serasa buram. Bagaimana ini..?? Aku tidak bisa melihat..Airmata kembali keluar dari sudut mataku.
“Mian...mian...mian....” tangisku.
“Gwaencahana hyung........” ucap Donghae. Tangisku kembali meledak. Donghae menjadi panik dan berulang kali mengatakannya bahwa semuanya baik-baik saja.
BRUUKKK....
Tiba-tiba Siwon berlutut dan menengadah. “Terima kasih Tuhan..!!” lalu Siwon tiba-tiba pergi keluar dari ICU diikuti pandangan aneh dari semua member.Ia bergegas mengambil handphonenya dan tampaknya menelepon seseorang. Kira-kira 30 menit kemudian ia masuk bersama dengan Henry dan Zhoumi yang membawa satu kotak besar berwarna biru yang rupanya berisi cake.
“Saengil chukae hamnida.. saengil chukae hamnida.. Saengil chukae Super Junior, saengil chukahamnida...” nyanyi Henry dan Zhoumi.. Kini ruang ICU menjadi penuh dengan orang padahal di ruangan itu penuh dengan selang yang masih menyambung di tubuh Donghae. Semua bersorak senang. Tiba-tiba Heechul mengambil handphonenya dan meletakkannya di depan mulutnya seperti mic.
“Yha... Kita disini merayakan ulang tahun Super Junior ke 5 di tempat yang istimewa, di ICU..!!!!” katanya dengan semangat. Semua bertepuk tangan dengan ramai, lalu Yesung mengambil handphone-nya juga dan bernyanyi dengan handphonenya seakan handphone-nya adalah mic. Ryeowook memutar music lewat handphone-nya.
“Nah, ELF, aku menepati janjiku dan kami ber15 merayakan ultah SuJu hari ini” kataku dalam hati. Senang rasanya berkumpul kembali di hari jadi kami lima tahun yang lalu....Semoga ini akan terus berlangsung hingga kami pensiun nanti..
*____END_____*
Hah... akhirnya selese... capek bo.!!!
Moga2 bagus ya...Amin...^^
without all of you, we never be together to spell your name...
SUPER JUNIOR..
-ELF-
SUPER JUNIOR..
-ELF-
we hope you always happy together....
cuz your smile is our smile too..
cuz your smile is our smile too..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar